Tuesday, September 1, 2009

Goes Tour de Bogor (Jakarta Barat - Bogor Kota)


Impossible is nothing. Mungkin inilah semboyan, sugesti, atau apapun itu namanya, telah membuat tiga pemuda berinisial 'B', 'M', dan 'S' yang sama-sama tinggal di daerah Jakarta Barat membulatkan tekad untuk menakluklan jalur Jakarta - Bogor dengan Bersepeda.

Bagi anda yang tinggal di kawasan Jakarta, memiliki hobi bersepeda atau hanya sekedar ingin jalan-jalan yang penuh dengan tantangan dan pengalaman tidak ada salahnya mencoba jalur Jakarta-Bogor. Berhubung gua tinggal di daerah Jakarta Barat, maka gua mo sharing pengalaman gua ketika bersepeda dengan Trek Jakarta Barat - Bogor.

29 Agustus 2009, Pukul 04.00 WIB. Seperti biasa 'B' dan 'M' yang kebetulan tinggal di daerah yang berdekatan memulai Start dari kawasan Tanjung Duren, dan segera menuju Wisma Relasi di daerah Jalan Panjang (Kebon Jeruk).


Pukul 04.30 WIB. 'B', 'M', dan 'S' memulai petulangannya menuju Bogor. Kurang lebih berikut Jalur yang dilalui dan kesulitan-kesulitannya:

Jalan Panjang (Kebon Jeruk) - Podok Indah Mall : Jalur ini cukup baik, ruas jalan lebar, walaupun ada tanjakan Fly Over yang cukup "Seger" (itung2 pemansan,lha hihihi).

Pondok Indah Mall - Pasar Jumat - Lebak Bulus Raya - Cirendeu Raya: Jalan cukup nyaman, walaupun, walaupun hati2 didaerah Terminal Lebak Bulus jalan sempit dan banyak Bus (berhubung gua jalan pagi-pagi banget, jadi bus masi blom begitu rame).

Cirendeu Raya - Podok Caber Raya - Cabe Raya - RE Martadinata - Cinangka Raya - Parung Raya : Jalur ini cukup berkelok-kelok , cukup banyak turunan (jika dari Jakarta ke arah Bogor), jadi masih bisa simpan tenaga), walaupun ada pula beberapa tanjakan.

Parung Raya - Raya Bogor (Parung): Jalur ini cukup panjang dan disinilah jalur yang menurut gua sangat "Menantang" dengan medan yang "Naik - Turun" dengan persentase yang tidak berimbang yahhhhhh sekitar 30 : 70, membuat dengkul serasa maknyusssssss abiesssss, so nikmati aja!

Raya Bogor (Parung) - Atang Senjaya - Semplak : Jalur ini cukup nyaman walaupun banyak juga tanjakan yang tak terasa (cukup membuat otot2 kaki makin terasa nyutttttt nyuttttttt), di daerah ini kita bisa menikmati pemandangan sawah, ada juga kompleks TNI AU, jadi bisa istirahat sejenak, mengendurkan otot kaki, sambil melihat2 pemandangan.

Semplak - Doktor Semer - Bogor Kota: Jalur ini cukup nyaman dengan permukaan yang tidak begitu menanjak, dan dengan semangat (karena sudah tiba di Kota Bogor).

Setiba di Kota Bogor, kami ber-tiga pun langsung menuju Hotel yang sudah direncanakan, yaitu Hotel Pangrango 1, di daerah Jalan Pangrango. Hotel ini cukup murah meriah dan lingkungan sekitar banyak Cafe-cafe yang "Maknyuzzzz", ada pula Macaroni Panggang yang menggoyang lidah.

Kalau mau travelling ke Kebun raya atau ke daerah pertokoannya pun mudah untuk akses kendaraan umumnya.

30 Agustus 2009, Pukul 08.00. Setelah satu hari puas dengan jajanan dan keliling2 kota Bogor, kami pun check out dari hotel dan gowes lagi menuju Stasiun Kereta Bogor. Untuk KRL Pakuan bila pengendara sepeda dikenakan tarif 'Double', karena sepeda dikenakan tarif satu penumpang. Dengan harga tiket Rp. 11.000,-/orang. Karena kami ber-tiga masih ingin istirahat sejenak maka kami memutuskan untuk berangat dengan jadwal Pukul 10.10 WIB.

Pukul 10.10, KRL Pakuan berangkat dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Kota Tua (Jakarta). Berhubung gua lebih enak turun di Monas, maka kami pun memutuskan turun di Stasiun Gambir. Lama perjalanan dari Stasiun Bogor - Stasiun Gambir kurang lebih 1 jam perjalanan.

Sesampai di Gambir, waktu menunjukkan sekitar Pukul 11.00 WIB. Terik matahari dan asap kendaraan kota Jakarta sudah menyambut kami ber-tiga, oleh karena itu peralatan seperti sarung tangan, penutup hidung dan mulut pun kami gunakan.

Sesampai di rumah, badan pun terasa lelah. Namun pengalaman akan tantangan menaklukan Jakarta - Bogor serasa sebagai obat penghilah rasa letih.

Hmmmmm kira-kira sesudah Kota Bogor, kota apa lagi yah yang kira-kira menarik untuk dikunjungi dengan bersepeda?

Tuesday, November 18, 2008

Recyle Sampah Organik

Ngeliat lingkungan yang makin padat, maka otomatis mengurangi daerah resapan air, yang ujung-ujungnya banyak daerah pada banjir. Apalagi yang namanya Jakarta, beeehhhhhh, banjir itu uda kaya musiman aja, saingan sama musim buah-buahan.

Kalo diliat n dipikir lagi sebenernya yang bisa buat banjir itu salah satu faktor-nya yah dari sampah-sampah yang kita buang sehari-hari, yang sebagian besar sampah rumah tangga. Sampah rumah tangga ada yang organik dan non-organik.

Jadi kalo mau bantu ngurangin pencemaran lingkungan n bencana banjir, bisa kita lakukan dengan cara sederhana yaitu:
1. Memisahkan sampah organik dan sampah non-organik dulu.
2. Daur ulang sampah-sampah organik yang ada di rumah kita.
3. Sampah non-organik di kasi ke pemulung, nanti pemulung biasanya jual ke pengolah sampah non-organik.


Persiapan daur ulang sampah organik cukup sederhana,bahan-bahannya:
1. Tanah yang berunsur hara tinggi (bisa di beli di tempat-tempat penjual tanaman).
2. Tong sampah yang cukup besar (bisa pake tong bekas cat yang ukuran besar).
3. Sampah organik kering (misalnya daun-daun kering).
4. Sampah organik rumah tangga (misalnya potongan sayur, wortel, tomat, kulit buah-buahan, dll).
5. Pupuk cair organik (NB: jika pupuk cair organik tidak ada, tidak masalah, penambahan pupuk cair organik hanya membuat proses pengolahan sampah oleh bakteri berjalan lebih cepat).

Cara pembuatan pupuk organik:
1. Tong sampah dilubangi dengan paku, berjarak setiap kurang lebih 5 cm, sampai ketinggian 20 cm dari permukaan Tong sampah. (Hal ini dimaksudkan untuk memberi sirkulasi udara bagi bakteri-bakteri pada proses organik)
2. Masukkan tanah yang berunsur hara tinggi dengan sampah organik kering (dengan perbandingan kurang lebih 3:1)
3. Masukkan sampah organik rumah tangga (dengan perbandingan 3:1 juga). Untuk sampah organik rumah tangga jangan dimasukkan terlalu banyak, karena kandungan air sampah organik rumah tangga cukup tinggi, sehingga jika terlalu banyak maka proses penghancuran sampah akan berjalan lambat.
4. Aduk semua campuran sampai merata.
5. Tutup tong sampah dengan rapat, untuk menghindari hinggapan lalat atau binatang lain yang dapat membuat busuk sampah.

Jika proses diatas uda dicoba, tunggulah beberapa hari untuk mendapatkan Pupuk Organik yang ramah lingkungan. Jika Pupuk Organik uda jadi, maka sampah organik kering atau sampah organik rumah tangga boleh ditambahkan lagi dengan perbandingan yang sesuai, begitu seterusnya.


Gua sendiri uda mencoba koq dirumah, yah walaupun masi kecil-kecilan, tapi gua ngerasain sendiri kalo Pupuk Organik hasil olahan gua sendiri itu bener-bener bermanfaat, soalnya gua kaget begitu ngeliat sampah organik kering yang berkarung-karung gua kumpulin, setelah gua olah selama berbulan-bulan jadinya cuma se-iprit. Hal ini menunjukkan kalo tumpukan sampah yang ada di tempat penampungan sampah yang bergunung-gunung itu, kalo kita-kita di masing-masing rumah mau mengolahnya maka tu gunung sampah di tempat penampungan sampah bisa ditekan jumlahnya. Yah, otomatis sedikit banyak bisa ngurangin banjir and Global warming. Lagian Pupuk Organik bisa buat taneman di rumah kita jadi tambah subur.


Stop Global Warming !!!

Yes, We Can (kata Barack Obama)

Peace

Sunday, October 19, 2008

'Mie Ayam Inti' di Teluk Betung, Bandar Lampung

Bagi anda yang tinggal di Bandar Lampung pasti tidak asing lagi dengan Rumah makan Mie Ayam Inti yang berada di Jalan Ikan Bawal no.178 di kawasan Teluk Betung.

Mie yang sudah ada sejak tahun 1970-an ini dihasilkan dari bahan-bahan berkualitas sehingga menghasilkan Mie yang istimewa. Jika ada mencobanya dijamin bakal menggoyang lidah anda dan memberikan kenikmatan yang khas. Maka tidaklah heran jika banyak artis-artis nasional yang jika singgah di Bandar Lampung, untuk tidak melewatkan Mie yang satu ini.

Adapun menu-menu utama yang ditawarkan antara lain:
  • Mie Ayam
  • Mie Ayam Popeye (Mie berwarna kehijau-hijauan ini alami, dengan warna hijau yang berasal dari sayuran brokoli dan bayam alami)
  • Mie Ayam Wortel (Mie berwarna orange ini alami, dengan warna orange yang berasal dari sayuran wortel alami)
  • Nasi Tim Ayam
  • Locupan
  • Bihun Ayam
Adapula menu-menu tambahan lainya antara lain:
  • Pangsit Rebus
  • Pangsit Goreng
  • Bakso Ikan
  • Bakso Sapi
  • Bakso Tahu
  • Ampela+Hati Ayam
  • Telur Muda Ayam
Jadi, Tunggu apa lagi!!! Jika anda pergi ke kota Bandar Lampung, pastikan anda meluangkan waktu untuk mencoba Mie Ayam Inti, dijamin anda akan menikmati rasanya yang khas.